Efektifkah Perkuliahan Jarak Jauh? Bagian I
Saat ini dunia sedang menghadapi wabah
penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama corona atau dikenal
dengan istilah Covid-19. Virus corona adalah virus yang menyerang sistem
pernafasan. Virus ini dapat menyebabkan gangguan ringan seperti batuk, sesak
nafas, infeksi paru-paru yang berat hingga kematian.[1] Saat
wabah ini muncul, seluruh aktivitas manusia dibatasi termasuk kegiatan
pembelajaran. Semua jenjang pendidikan mulai menerapkan kegiatan belajar dari
rumah, baik dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
mewajibkan seluruh perguruan tinggi untuk menerapkan sistem kuliah online
selama masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini para pelajar dan mahasiswa masih
menjalani kuliah online tersebut.
"Metode pembelajaran pendidikan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring. Jadi belum berubah. Masih online, belum tatap muka," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam konferensi pers terkait penyelenggaraan pembelajaran Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di masa pandemi Covid-19, Senin 15 Juni 2020 lalu.[2]
Saat ini ada beberapa sekolah dan
perguruan tinggi di wilayah zona hijau dan kuning mulai menerapkan pembelajaran
tatap muka. Penerapan protokol kesehatan merupakan syarat penting yang harus
diterapakan secara ketat.
Pembelajaran dengan menggunakan teknologi
informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan
di Indonesia. Pembelajaran daring yang berlangsung saat ini merupakan kejutan dari pandemi Covid-19 membuat kaget
hampir di semua lini, dari Kabupaten/Kota, Provinsi, Pusat bahkan dunia
internasional. Pembelajaran jarak jauh merupakan suatu bentuk sistem
pembelajaran yang proses pembelajarannya jauh dari pusat penyelenggaraan
pendidikan dan bersifat mandiri. Komunikasi yang berlangsung pada sistem
pembelajaran ini bersifat komunikasi tidak langsung, artinya proses
pembelajaran dilakukan dengan perantaraan dalam bentuk media yang dirancang
secara khusus. Pembelajaran dalam jaringan (daring) dapat dilakukan dengan
media internet seperti zoom, google meet,
whatsapp, google classroom dan masih banyak aplikasi sebagai media belajar
lainnya.
Dunia kampus tentu menjadi ruang tersendiri bagi mahasiswa. Selain sebagai tempat menimba ilmu, kampus juga dapat menjadi tempat untuk bertemu teman atau tempat untuk nongkrong. Namun karena masih dalam masa pandemi membuat pembelajaran masih dilakukan secara online. Perkuliahan online tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Mulai dari tugas yang diberikan oleh dosen. Metode pembelajaran online ini pun membuat dosen tidak sungkan untuk memberikan tugas kepada mahasiswa. Selain untuk menambah ilmu, beberapa dosen mengira bahwa tidak adanya kelas tatap muka secara langsung membuat mahasiswa memiliki banyak waktu senggang. Maka dari itu tak jarang dosen pengajar memberikan materi dan tugas untuk mengisi kerenggangan waktu mahasiswa selama masa karantina mandiri.
Para mahasiswa biasanya mengeluh karena adanya tugas yang
berlipat ganda dari biasanya. Jika setiap mata kuliah dosen pengajar memberikan
tugas yang sama banyak, para mahasiswa juga akan kewalahan dan proses belajar
menjadi tidak maksimal. Tugas yang diberikan terus-menerus membuat mahasiswa
stres tidak memiliki waktu luang untuk istirahat dan imunitas seseorang akan
menurun jika mengalami stres yang berlebih.
Selanjutnya terkait dengan jaringan internet. Daring adalah sistem pembelajaran yang sangat membutuhkan jaringan internet. Selain banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen pengajar, ada juga kendala soal materi yang disampaikan. Materi tersebut terkadang kurang dapat dipahami karena keterbatasan waktu yang disediakan oleh platform video konfrensi, maka tak jarang juga dosen mempersingkat materi yang akan diberikan, begitu juga kesempatan bertanya akan berkurang. Jaringan internet dari provider yang berbeda-beda juga menjadi salah satu kendala kuliah daring saat ini. Paparan materi yang diberikan dosen sering kali terputus karena jaringan internet yang kurang stabil.
[2] Faorick Pakpahan, Kampus Wajib Terapkan Kuliah Online Selama Pandemi Corona (https://edukasi.sindonews.com/read/70768/144/kampus-wajib-terapkan-kuliah-online-selama-pandemi-corona-1592229976) Diakses pada 22 November 2020
Komentar
Posting Komentar