Efektifkah Perkuliahan Jarak Jauh? Bagian II
Selain terkait dengan jaringan internet, mahasiswa juga harus menggunakan kuota atau paket data untuk mengikuti kelas online. Mahasiswa yang di rumahnya tidak tersedia Wi-Fi harus menyiapkan uang lebih banyak lagi untuk membeli kuota atau paket data. Kuliah daring yang menggunakan platform video konfrensi sudah dipastikan akan memakan banyak kuota atau paket data dari penggunaan sebelumnya. Dalam menangani hal ini, pemerintah membagikan kuotagratis berupa kuota belajar dan kuota internet sebesar 50gb kepada seluruh mahasiswa di Indonesia.
Meskipun daring adalah sistem pembelajaran online dan
jarang melakukan tatap muka, namun disiplin waktu tetap berlaku seperti kuliah
pada waktu normal. Beberapa dosen terkadang memang disiplin dengan waktu, namun
jaringan internet yang tidak stabil juga menjadi kendala bagi mahasiswa. Selain
waktu ada juga dosen yang mewajibkan mahasiswa berpakaian rapi layaknya sedang
kuliah tatap muka seperti biasa. Konsekuensi dari tidak hadir tepat waktu
tersebut juga dapat menjadi pengurangan nilai bagi sebagian mahasiswa dan
terkadang ada beberapa dosen yang tidak mengizinkan mahasiswa mengikuti kelas
jika mahasiswa tidak hadir tepat waktu.
Terkait efektifitas tentu berbeda jauh dengan kuliah tatap muka sebelumnya karena materi yang disampaikan belum tentu bisa dipahami oleh semua mahasiswa. Berdasarkan pengalaman penulis, sistem ini hanya efektif untuk memberi penugasan karena mahasiswa dapat memahami kembali tugas yang diberikan dan mahasiswa lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas. Akan tetapi, berbeda jika tugas yang diberikan oleh setiap dosen terlalu banyak, tentu akan membuat mahasiswa stres dalam menghadapinya.
Komentar
Posting Komentar